Halaman

Rabu, 15 Januari 2014

kisah getir di pulau tidung

Kehidupan di Pulau Tidung tahun 80 an Sebelum menjadi Tempat wisata
Pulau Tidung sebuah desa terpencil yang terletak bersebrangan dari kota jakarta dan di pisahkan oleh laut lepas yang biru dan indah. meskipun letak pulau tidung tidak berjauhan dengan ibu kota jakarta ke hidupan di pulau tidung sangatlah jauh berbeda dengan ke hidupan di ibu kota jakarta dari dulu pulau tidung merupakan sebuah pemukiman yang semuanya serba terbatas dan perekonomiannya sangat ketergantungan dengan hasil nelayan yang mencari ikan di laut, semua fasilitas di pulau tidung serba terbatas mulai dari alat kecantikan, elektronik, kendaraan,jasa,pendidikan,barang matrial bahkan barang-barang sembako pun terbatas, semuanya bergantung dengan cuaca alam dan tokoh masyarakat tertentu yang mempunyai peran penting dalam keberlangsungan ke hidupan masyarakat di pulau tidung, pada tahun tersebut hanya ada 1 akses untuk mensuplai semua barang ke butuhan masyarakat di pulau tidung yakni lewat jalur laut menggunakan kapal ferry yang terbuat dari kayu yang hanya memiliki panjang 14 M dan lebar 2,5 M, tentu sangat jauh berbeda dengan ukuran kapal yang anda tumpangi saat ini,karena kapal laut pada tahun 80 an jauh lebih kecil di bandingkan kapal sekarang ini dan itu pun lewat pelabuhan rawasaban bukan pelabuhan muara angke ataupun marina seperti yang anda alami saat berkunjung ke pulau tidung 3 tahun belakangan ini,yang terkadang sandar dan menginap di pulau lain apa bila cuaca di laut sedang ombak dan angin kencang karena jika di teruskan akan sangat amat bahaya bagi keselamatan penumbang dan barang yang akan di suplai ke pulau tidung. mungkin anda tidak akan ingin ke pulau tidung jika anda berkunjung ke pulau tidung pada tahun 80 an, karena selain fasilitas yang terbatas di pulau tidung jalus akses ke pulau tidung pun sangat sulit hanya via pelabuhan rawa saban yang menempuh perjalanan laut sekitar 3 jam dan itupun kalau cuaca lagi bagus dan muara di rawa saban airnya lagi tidak surut, karena apabila air muaranya surut kapal akan kandas selama ber jam jam dan bahkan bisa berlangsung selama 1 hari lamanya di tambah anda akan di campur dengan barang belanjaan warga pulau tidung tentu itu tidak nyaman kan anda juga tidak akan menemui mesin atm di pulau tidung pada tahun tersebut semua aktifitas di pulau tidung di lakukan secara manual.
Pendidikan Di Pulau Tidung tahun 80-an
Selain sarana yang serba terbatas pendidikan di pulau tidung pun sangatlah terbatas pada tahun tersebut di pulau tidung hanya terdapat 4 sekolah yakni 3 sekolah dasar atau SD yaitu SDN 01pg,SDN 05 pg dan SDN 02 pg dan 1 sekolah menengah pertama atau SMPN 241 JKT, tidak sedikit warga pulau tidung yang putus sekolah ada yang tamatan SMP ada yang tamatan SD dan bahkan ada juga yang tidak sekolah sama sekali.Tidak sedikit pemuda dan pemudi yang merantau ke kota jakarta untuk meneruskan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi seperti SMA dan Kuliah itu pun hanya untuk orang tua nya yang mampupada dasarnya masyarakat pulau tidung pada jaman itu tidak memikirkan pendidikan melainkan berfikir bagaimana caranya menghasilkan uang karena pada jaman tersebut hasil nelayan jauh lebih besar di bandingan gaji PNS sekalipun ,nelayan bisa menghasilkan uang 1 juta dalam 3 bulan dan gaji  PNS ( pegawai negri sipil )  pada masa itu hanya Rp 42.500 selama 1 bulan namun bagi nelayan yang ingin mendapatkan penghasilan besar seperti itu sangatlah sulit,karena mereka harus meninggalkan keluarganya selama 3 bulan lamanya untuk merantau ke luar pulau tidung dan bahkan sampai ke jayapura sungguh beratnya ke hidupan masa lalu di pulau tidung.
Pulau Tidung masa kini nan modern
Jika kita melihat jauh ke belakang Pulau Tidung yang sekarang sangatlah berbeda dengah tahun tahun sebelumnya sejak 10 tahun belakangan ini pulau tidung mulai berubah semakin modern mengikuti perkembangan ke hidupan di jakarta hampir semua yang anda butuhkan bisa anda dapatkan di pulau tidung dan puncaknya pada tahun 2009 pulau tidung berubah 180 derajat jika di bandingkan dengan tahun 80 an, sejak pulau tidung di kenal oleh banyak wisatawan dan menjadui tujuan utama wisatawan pertumbuhan penduduk dan perekonomian nya semakin membaik, sarana dan prasarana pun semakin di kembangkan oleh pemerintah maupun warga pulau tidung sendiri pulau tidung yang identik dengan ke eksotisan panorama bawah lautnya yang masih alami dan ciri khas warga pulau tidung dengan sikap ke ramah tamahannya yang sangat jauh berbeda di bandingkan dengan pulau wisata berbasis penduduk lainnya karena di pulau tidung mayoritas orang melayu dan sunda yang terkenal dengan sikap lembuh sopan dan ramah kepada setiap orang ataupun wisatawan yang berkunjung ke pulau tidung. Pulau Tidung merupakan tempat wisata terpopuler dengan icon dan mitos dari jembatan cinta pulau tidung selain itu pulau tidung merupakan tujuan wisata termurah di kawasan kepulauan seribu dan bahkan di seluruh indonesia tidak sedikit yang berkunjung ke pulau tidung setiap tahun mungkin ribuan wisatawan berkunjung ke pulau tidung setiap tahunnya. pulau tidung memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatwan yang berkunjung ke pulau tidung di tambah dengan daya tarik mitos dan sejarah yang berkembang di pulau tidung menjadikan pulau tidung sebagai tujuan untuk berlibur di akhir pekan selain temapatnya yang eksotis strategis dan tidak jauh dari ibu kota pulau tidung menjadi tempat terfavorit untuk wisatawan yang ingin berkunjung bersama pasangan atau teman-temannya.
Sampai bertemu di pulau tidung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar